-->

Kumpulan Quotes Novel Garis Waktu (Fiersa Besari)

quotes novel garis waktu

Buku Garis Waktu merupakan sebuah novel yang ditulis oleh Fiersa Besari dan diterbitkan oleh penerbit Mediakita pada tahun 2016. Dalam novel yang berjumlah 216 halaman ini terdapat banyak kutipan-kutipan atau quotes menarik yang bisa bikin baper pembacanya.

Novel Garis Waktu sendiri mengisahkan sebuah perjalanan cinta yang di dalamnya terdapat berbagai rasa seperti rasa kebahagiaan, patah hati, kehilangan, dan penyembuhan luka sang tokoh utama. Sesuai dengan kutipan yang ada di sampul bukunya, novel ini membahas tentang "Sebuah Perjalanan Menghapus Luka."

Berikut adalah kumpulan quotes novel Garis Waktu karya Fiersa Besari.

"Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada titik-titik kenangan tertentu. Namun tiada guna, garis waktu takkan memperlambat gerakannya barang sedetik pun. Ia hanya mampu maju dan terus maju. Dan mau tidak mau kita harus ikut terseret dalam alurnya".

 "Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan. Yang paling menggiurkan setelahnya adalah berbaring, menikmati kepedihan dan membiarkan garis waktu menyeretmu yang niat-tak niat menjalani hidup. Lantas, mau sampai kapan? Sampai segalanya terlambat untuk dibenahi? Sampai cahaymu benar-benar padam? Sadarkah bahwa Tuhan mengujimu, karena dia percaya dirimu lebih kuat dari yang kau duga. Bangkit, hidup takkan menunggu".

"Diantara perjumpaan dan selamat tinggal, kau dan aku pernah menjadi kita".

"Hidup adalah serangkaian kebetulan.

"Kebetulan" adalah takdir yang menyamar".

"Jika kasmaran adalah narkotik, maka kau adalah bandarnya. Dan aku bagaikan pecandu yang rela menggadaikan jiwa demi menatap matamu sekali lagi".

"Aku mampu meridukanmu tanpa tahu waktu, tanpa sedikit pun alasan. Untukkmu, aku mampu. Karena kau pantas dengan semua pengorbanan".

"Rasa yang tidak berbatas takkan mempermasalahkan ketika tidak berbalas".

"Beberapa rindu memang harus sembunyi-sembunyi. Bukan untuk disampaikan, hanya untuk di kirimkan lewat doa. Beberapa memang harus dibiarkan rahasia. Bukan untuk diutarakan, hanya untuk disyukuri keberadaannya".

"Akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya. Kemudian, satu orang tersebut akan menjadi bagian terbesar dalam agendamu. Dan hatimu tak akan memberikan pilihan apa pun kecuali jatuh cinta, biarpun logika terus berkata bahwa resiko dari jatuh cinta adalah terjerembab di dasar nestapa".

"Pengagummu akan pergi jika kau tak sesuai lagi dengan imajinasinya, tapi orang yang menyayangimu akan tetap tinggal beta pun buruknya dirimu. Dan diterima apa adanya tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain, itu indah".

"Tidak perlu takut. Tunjukkan saja warna warnimu yang sesungguhnya. Bahkan lukisan terbaik sedunia pun mempunyai pembenci dan pengkritik".

"Sebenar-benarnya cemburu yang menyakitkan adalah cemburu pada seseorang yang tidak peduli akan perasaan kita".

"Jika kita tidak berjodoh, walaupun hari ini dan di tempat ini tidak bertemu, kita pasti akan tetap dipertemukan dengan cara yang lain".

"Cinta tidak pernah datang tiba-tiba, ia akan mengendap-ngendap menyusup ke dalam urat nadimu, meledakkan jantungmu, lalu meninggalkanmu terbakar habis bersama bayang-bayangnya".

"Entah kau sejauh langit, atau sedekat langit-langit, bagiku kau adalah bintang yang ku puja setengah mati."

"Jatuh cinta tidak mengenal "tipe". Kau tak akan peduli fisik dan isi kepalanya. Yang kau tahu hanyalah jantungmu berdebar kencang bila berada di dekatnya".

"Jangan memikat jika kau tak berniat mengikat".

"Perasaan laksana hujan, tak pernah datang dengan maksud yang jahat. Keadaan dan waktulah yang membuat kita membenci kedatangannya".

"Hidup ini harus seperti membaca buku. Kita tak akan bisa lanjut ke bab berikutnya jika terus terpaku di bab sebelumnya".

"Menyayangimu sangatlah mudah, aku bisa melakukannya berulang kali tanpa pernah merasa bosan. Yang sulit itu menunjukkannya".

"Jangan berusaha keren, berusahalah menjadi jujur. Sebab, banyak sekali orang yang merasa keren dengan cara mengikuti sekitarnya. Tapi menjadi jujur itulah yang sulit. Setidaknya jujur kepada diri sendiri, meski harus dihina oleh orang lain".

"Tak perlu repot-repot menyamakan diri dengan orang lain, kau diciptakan untuk menjadi unik. Sudah terlalu banyak orang yang sama seperti kebanyakan orang".

"Percayalah, kalau kau memang untukku, sejauh apapun kakimu membawamu lari, jalan yang kau tempuh hanya akan membawamu kembali padaku".

"Sekuat-kuatnya seseorang memendam, akan kalah oleh yang menyatakan. Sehebat-hebatnya seseorang menunggu, akan kalah oleh yang menunjukkan".

"Waktuku kini tak hanya diisi penantian, ada wajahmu disetiap detiknya. Jantungku kini tak hanya diisi darah, ada namamu disetiap detaknya".

"Ada ketulusan yang selalu datang menyapamu setiap hari. Kau nya saja yang menolak untuk melihat dan lebih memilih untuk menatap ke arah lain".

"Menyayangimu adalah soal keikhlasan. Bukan keikhlasan untuk terus-terusan diberi harapan semu, melainkan keikhlasan untuk menyadari bahwa memang kau berhak bahagia".

"Menaruh hati diatas ketidakpastian sikap sama saja dengan menaruh tangan di tangan seseorang yang sama sekali tidak ingin menggenggam".

"Beberapa tangan melepaskan genggamannya saat hidupmu bertambah sulit agar tanganmu kosong dan bisa digenggam oleh seseorang yang tak akan pernah melepaskanmu".

"Seseorang yang tepat tak selalu datang tepat waktu. Kadang ia datang setelah kau lelah disakiti oleh seseorang yang tidak tahu cara menghargaimu".

"Sekuat apa pun kita menyangkal sesuatu yang dikatakan oleh hati, sekuat itu pula hati kita akan berusaha mendesak".

"Nyata yang lebih menyakitkan jauh lebih baik daripada fiksi yang menyenangkan".

"Jatuh hati tidak pernah bisa memilih. Tuhan yang memilihkan. Kita hanyalah korban. Kecewa adalah konsekuensi, bahagia adalah bonus".

"Akan tiba saatnya kita temukan alasan paling tepat untuk berjuang. Jika telah tiba genggam erat. Sesuatu yang istimewa tak akan datang dua kali".

"Tidak perlu bersama selamanya. Selamanya itu terlalu lama. Seumur hidup saja. Untukku, itu sudah lebih dari cukup".

"Cinta membuatmu bertekuk lutut. Jika ia merendahkanmu, tinggalkan. Jika ia rela bertekuk lutut bersamamu, jangan lepaskan".

"Usia, jarak, waktu dan kelas sosial hanyalah angka bagi dua orang yang saling memperjuangkan satu sama lain".

"Karena aku menyayangimu tanpa "karena".

"Aku suka menatap matamu tanpa berucap. Raasanya seperti memandang jutaan cerita yang pernah dan akan terjadi. Bersamamu aku siap melewatinya".

"Jika mereka bertanya padaku, apakah aku menyesal, jawabanku adalah "tidak". Berhasil atau gagal, aku bangga hidup diatas keputusan yang ku buat sendiri".

"Ketika kau melakukan usaha mendekati cita-citamu, diwaktu yang bersamaan cita-citamu sedang mendekatimu. Alam semesta bekerja seperti itu".

"Jarak hanyalah satu titik kecil tak berarti, rindu adalah satu koma yang tak akan menghentikan kalimat tentang kau dan aku".

"Jika saatnya tiba sedih akan menjadi tawa, perih akan menjadi cerita, kenangan akan menjadi guru, rindu akan menjadi temu, kau dan aku akan menjadi kita".

"Perasaanku untukmu tak sebesar bumi atau mentari. Dia hanya sebesar telapak kakiku. Tapi, kaki ini rela pergi kemana pun agar bisa bersamamu".

"Pelajari sebelum berasumsi. Dengarkan sebelum memaki. Mengerti sebelum menghakimi. Rasakan sebelum menyakiti. Perjuangkan sebelum pergi".

"Biarlah aku seperti bumi. Menopang meski diinjak. Memberi meski dihujani. Diam meski dipanasi. Sampai kau sadar jika aku hancur, kau juga".

"Nyatakan perasaan, hentikan penyesalan, maafkan kesalahan, tertawakan kenangan, kejar impian. Hidup terlalu singkat untuk dipakai meratap".

"Ketika kehidupan memberikan kita episode terburuknya, jangan menyerah. Takkan selamanya kita terluka, takkan selamanya kita berduka".

"Semua akan berujung pada, meninggalkan atau ditinggalkan, menangisi atau ditangisi. Semoga kita bisa lebih menghargai waktu".

"Sahabat mencarimu ketika orang lain mencacimu. Mereka merangkulmu ketika orang lain memukulmu".

"Dulu kita selalu mengucapkan kata sayang di penghujung malam. Kini kita tidak lebih dari dua orang asing yang merindukan masa lalu diam-diam".

"Takkan mulia kau menunggu permintaan maaf. Takkan hina kau meminta maaf terlebih dahulu".

"Aku tidak tahu cara membencimu dengan baik dan benar. Seperti kau tidak tahu cara menyayangiku dengan baik dan benar".

"Menangis tidak membuktikan kau lemah, itu mengindikasikan kau hidup. Apa yang kau lakukan setelah menangislah penentu lemah atau tidaknya dirimu".

"Sesungguhnya yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan".

"Darimu aku belajar untuk menjadi lebih baik. Denganmu aku belajar untuk melakukan yang terbaik. Tanpamu aku belajar untuk memperbaiki".

Itulah kumpulan Quotes dalam novel Garis Waktu yang bikin baper dan menyentuh hati. Dapatkan informasi menarik lainnya seputar Buku di Auto Artikel.


Iconpro | by Temabanua